Kamis, 14 Februari 2013

If You Could See Me Now


(Oh if you could see me now)
(Oh if you could see me now)

It was February 14 Valentines Day
The roses came but they took you away
Tattooed on my arm is a charm to disarm all the harm
Gotta keep myself calm but the truth is you’re gone
And I’ll never get to show you these songs
Dad you should see the tours that I’m on
I see you standing there next to Mom
Both singing along, yeah arm in arm
And there are days when I’m losing my faith
Because the man wasn’t good he was great
He’d say ”Music was the home for your pain”
And explained I was young, he would say
Take that rage, put it on a page
Take that page to the stage
Blow the roof off the place
I’m trying to make you proud
Do everything you did
I hope you’re up there with God saying ”That’s my kid!”

I still look for your face in the crowd
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Would you stand in disgrace or take a bow
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)

(Oh if you could see me now)

If you could see me now would you recognize me?
Would you pat me on the back or would you criticize me?
Would you follow every line on my tear-stained face
Put your hand on my heart that was cold
As the day you were taken away
I know it’s been a while but I can see you clear as day
Right now, I wish I could hear you say
I drink too much, and I smoke too much dutch
But if you can’t see me now that shit’s a must
You used to say I wont know a wind until it crossed me
Like I wont know real love ’til I’ve loved and I’ve lost it
So if you lost a sister, someone’s lost a mom
And if you lost a dad then someone’s lost a son
And they’re all missing out, yeah they’re all missing out
So if you get a second to look down on me now
Mom, Dad I’m just missing you now

I still look for your face in the crowd
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Would you stand in disgrace or take a bow
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)

Oh, oh
Would you call me a saint or a sinner?
Would you love me a loser or winner?
Oh, oh
When I see my face in the mirror
We look so alike that it makes me shiver

I still look for your face in the crowd
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Would you stand in disgrace or take a bow
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Yeah I’m just missing you now

I still look for your face in the crowd
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Would you stand in disgrace or take a bow
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)

If you could see, you could see me now


#HappyValentineDaysEveryOne
#ILoveYouDad
#ILoveYouMom <3 p="">

Rabu, 13 Februari 2013

Maaf

Mamaku tersayang, maaf belum bisa membuatmu tersenyum senang, aku masih belum bekerja dan tak punya cukup uang untuk membelikanmu berlian. Ayahku tersayang, maaf juga belum bisa membuatmu tersenyum penuh kebanggaan, maaf aku belum menjadi seperti yang kau inginkan, aku belum menjadi hebat seperti yang kau harapkan. Apapun akan ku lakukan, demi membuat kalian tersenyum penuh kebahagiaan, selamanya hidupku berbakti untuk kalian, jika saatnya datang, aku berjanji akan membuat kalian tersenyum senang menggenggam kebanggaan. Aku sayang Ayah dan Ibu.

Untuk Kebahagiaan Yang Datang

Tuhan, ku kirim salam pada kebahagiaan yang akan kau kirim untukku, semoga ia lebih lama tinggal dan tak cepat berlalu, walau kadang tiupan angin membawanya kencang mempersingkat pertemuanku. Tuhan, Engkau Sang Pemberi Rahmat, bolehkah sebentar saja kau usir sepi dalam diri yang melekat? Aku sungguh ingin sekali saja merasa bahagia dengan nikmat, bukan sekejap. Tuhanku Yang Maha Besar, Engkau yang memberi tamparan kenyataan agar aku tegar, belajar tentang sabar, bolehkah aku meminta padaMu sedetik saja tak merasa sepi yang membakar? Aku ingin bahagiaku tak cepat memudar. Tuhanku, Engkau Yang Maha Tahu, bahagiaku karena nikmatMu yang memberiku alasan bersyukur sepanjang waktu, aku menunggu, ku tahu Engkau mendengarku, semoga bahagia tak hanya semu.

Untuk Mereka Yang Ku Sayang

Aku sayang, doaku bersama orang-orang yang ku sayang, semoga bahagia tak cepat usang, semoga pedih tak cepat datang. Untuk mereka yang ku cinta, semoga harinya senantiasa berwarna, tak masalah jika awalnya penuh air mata jika pada akhirnya berbuah tawa, jangan ada raut kecewa, semoga bahagia menyertai perjalanan panjangnya.

Minggu, 10 Februari 2013

(Menjadi) Aku

Jangan takut sepi, aku berteman baik dengannya setiap hari. Jangan takut di lupakan, karena aku lebih sering tak di rasakan. Di abaikan; aku seperti terbiasa merasakan :)

Apa aku kecewa? Tanyakan saja pada nelayan yang tidak selalu mendapat jala penuh ikan, namun tak pernah membenci lautan. Aku pun begitu, sebagian orang menganggapku bodoh, tapi selalu ada dua sisi dalam setiap kejadian, bukan? Aku tidak pernah takut kecewa, Hidup memang tak pernah adil, namun dari ketidak adilan itulah, kadang kita mengerti arti kesadaran/sadar diri namun bukan rendah diri.

ketidak-adilan selalu menyadarkan, ini bukan tentang kenapa kau tak pernah mendapat yang kau inginkan, tetapi membiarkan seseorang memilih kebahagiaan yang dia inginkan. Kadang menyakitkan, saat kau menyadari, bahwa seseorang itu tak milihmu, tapi ini kenyataan, ada hal yang terkadang tidak bisa kita paksakan, namun kau selalu punya pilihan untuk terus berjalan.

Senyummu harus tetap mengembang, ini bagian dari skenario Tuhan untuk pembelajaran, akan ada seseorang yang memilihmu sebagai sandaran, hanya mungkin tidak sekarang.

Stay Positive.. Lepaskan yang tak ingin di genggam, pertahankan yang masih ada, lakukan yang terbaik selagi bisa :)

Sore yang indah, nikmati selagi belum lelah :)


Kamis, 07 Februari 2013

Bintang Hati

Sepiku adalah sendiri memikirkanmu, sunyiku adalah lamunan merindukanmu. Kau kelip bintang paling terang, parasmu tenang mendamaikan seluruh ruang, kau tercantik dari segala yang ku pandang, kau keajaiban terindah dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Kau semesta yang memberiku tema bercerita, senyummu telaga pengahapus dahaga bahagia, karenamu juga malam ini terlihat berbeda, hadirmu memberi nuansa berbeda, melodi rindu menjadi lagu wajib kulantunkan untukmu hingga terbiasa, kau bintang hati yang ku cinta.

Takut

Dalam samar-samar kaca cendela, aku seperti melihat seseorang yang ku tunggu sejak lama, siang ini, aku melihatmu dengan baju merah hati seperti berlalu menyusuri jalanan depan rumahku. Apa benar itu kamu? Atau hanya bias dari rindu yang menguasaiku? Rasa ini tetap ku jaga tak berubah, juga resah yang kerap kali singgah, rasa sayang yang mengharuskanku gundah, rasa yang pernah ku teriakkan meski kau mengacuhkannya, aku takut rindu tak menemui tuannya, aku takut kehilangan cinta dan harapan bersama. Aku tidak ingin menghabiskan sisa hembusan nafas bersembunyi di balik bait-bait rindu yang ku ukir untukmu, aku tak ingin mati dengan menggenggam rindu hingga menjadi debu. Aku ingin nyata yang bersamamu, aku ingin bahagia yang selamanya denganmu.

Selasa, 05 Februari 2013

Bantu Aku

Bantu aku melengkapi, tanpamu cintaku terbengkalai, bagaimana bisa ku usir sepi tanpamu disisi, atau kau memang sengaja ingin melihatku mati menahan rindu ini?

Bantu aku meyakinkan hati, ijinkan cinta berbicara dari hatinya yang suci, kesungguhanku atas rasa sayang yang ku punya, menunggu pintu hatimu terbuka, aku takkan memaksa dengan kunci yang ku punya, aku takut hanya akan merusaknya.

Lukisan rindu di hamparan langit malam menggambar parasmu, kau yang selalu ada dalam ingatanku, tak pernah mampu, aku terbiasa merindukanmu.

Kata Hati

"Beberapa orang tidak pintar mengungkapkan perasaan, hanya karena mereka terlalu sayang."
apa salahnya menyimpan sayang, ketika hati telah menemukan kepingannya yang hilang, bahkan aku tak bisa melawan, aku berkata bukan, namun kata hati adalah sebuah kejujuran, hanya dirimu yang selalu ku rindukan..

#Buat "A-P"

Senin, 04 Februari 2013

Jembatan Cinta Kita

Kau ada, nyata, namun berdiri di jembatan yang berbeda. Aku mengatakan cinta, kenapa kau diam saja, meracaulah apa saja, setidaknya aku bisa mendengar denting rinduku di balik suaramu yang ku cinta.

Apa karena terlalu lancang, dan kau menyalahkan cinta sebagai tamu tak di undang? kau menyalahkan hati yang tulus menyayang?

entahlah...jurus apa lagi yang harus ku keluarkan agar kau percaya, kau tak memberiku kesempatan membuktikannya. Siang ini saat langit menangis lebat, aku bermimpi kita bisa berpegang tangan erat.

Ketika Kau Diam

Acuhmu tak membuatku memalingkan rasa, rinduku benar adanya, salah besar jika kau anggap ini hanya buaian belaka, saat kau diam seribu bahasa, selalu ada ribuan doa yang mengalir untukmu yang disana, semoga kau cepat menyadari rasa yang ada.

Bukan semata karena elok parasmu yang ku mau, aku tak semudah itu, aku tak pernah mengatakan sayang setulus padamu. Jangan takut, aku bukan malaikat maut, aku hanya ingin cintamu menyambut, tapi hening selalu berkabut, dan apa aku harus bersujud, memohon padamu agar hatimu kalut?

Ini tentang rasa sayang, aku menyimpannya sejak kita pertama saling memandang.

Jumat, 01 Februari 2013

Untuk Kamu

Mungkin aku lancang, memberanikan mulut bertutur sayang. Aku sadar dimana aku menjejakkan kakiku, kita belum saling tau, namun tak pernah terlalu dini untuk mengatakan aku sering merindukanmu.

aku tidak yakin ada orang yang mampu, bagaimana menjadi aku dalam keresahan memikirkanmu, sedang aku tak pernah tau apa kau juga merasakan yang sama denganku. Banyak yang ingin ku ceritakan, banyak sekali hingga aku takut kau tak ingin mendengarkan. Ini cara terakhir aku mengutarakan apa yang ku rasakan, karena waktu tak pernah memberiku kesempatan.

Terserah, mungkin kau menyebutku gila, entahlah. Lewat lembaran kecil ini aku berharap kau mengerti, setidaknya aku menjadi lega tak lagi menahan isi hati. Semoga kau sudi, membacanya dengan hati. Aku menaruh harap dengan kesungguhan hati.