Selasa, 14 Agustus 2012

Mana Yang Anda Pilih?

Sebuah perusahaan besar yang inigin merekrut karyawan terbaik, memberikan sebuah tes tertulis yang terdiri hanya satu soal saja untuk dijawab para oleh pelamar.
Soal tersebut adalah:

"Di tengah malam yang gelap gulita, Anda sedang mengenderai motor di bawah hujan yang sangat lebat. Peristiwa itu terjadi disebuah desa yang penduduknya sedang diungsikan karena bencana banjir besar. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 bus yang pada saat itu sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Anda secara tidak sengaja bertemu dengan 3 orang yang merupakan pengunsi terakhir dari daerah tersebut, yaitu:



  • Seorang nenek tua yang sekarat..?
  • Seorang dokter yang pernah menyelematkan hidup Anda..?
  • Seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan..?


Anda hanya bisa mengajak salah seorang dari mereka untuk dibawa.
Siapakah yang akan Anda ajak? Dan, jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu!"

Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:


  • Seharusnya Anda menolong nenek tua, karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong, ia mungkin akan meninggal. Namun, kalau dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lain masih sangat muda dan harapan hidup ke depannya masih panjang.
  • Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. tapi, kalau dipikir, jika sekadar membalas budi bisa saja dilain waktu bukan? Namun, kita tidak pernah tahu kapan kita akan mendapatkan kesempatan itu lagi.
  • Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah bertemu dia lagi, dan impian Anda akan kandas selamanya.



Jadi yang mana yang akan Anda pilih?

Ternyata dari 2000 orang pelamar, hanya 1 orang saja yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut menjawab:

"Saya akan memberikan kunci motor saya kepada si dokter dan memintanya untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut agar segera mendapatkan pertolongan. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal di sana dengan idaman hati saya dan menunggu ada yang kembali menolong kami."

***

Kawan, bukankah itu merupakan jawaban yang cukup bijak? Tapi, mengapa sebagian besar hal tersebut tidak terpikirkan oleh kita? Apakah karena kita sudah terbiasa tidak mau melepas apa yang sudah kita dapatkan, atau bahkan berusaha meraih sesuatu dengan sebanyak-banyaknya?

Namun perlu kita ketahui, kadang ketika kita rela untuk melepaskan sesuatu yang telah kita miliki, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki, dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yang lebih mulia, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar.


Semoga bermanfaat...

Pernahkah Anda Melakukan Ini?


Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia tidur?

Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika tidur, sudah tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah ke ibu anda. Hmm....kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh waktu kita bayi itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita, semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu....ayah, ibu, kakak, adik, sahabat, semuanya orang - orang yang tercinta. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.

Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah di lakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Allah SWT mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya, tanpa kata, tanpa suara dia berkata :"Betapa lelahnya aku hari ini" dan apa penyebab lelah itu ? Juga untuk siapa dia berlelah-lelah ? Tak lain adalah Ayah yang bekerja keras mencari nafkah dan Ibu yang bekerja mengurus, mendidik anak-anak juga mengurus rumah.

Kakak, adik dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

Renungan untuk kita semua..

Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka nanti malam/malam ini.....rasakan betapa kebahagian dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua...........

Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu tak membuka matanya..selamanya!"

Untuk Yang Lebih Baik


Detik ini,,
Masih kita dapati udara untuk bernafas. Ada seteguk air untuk di minum. Kedua mata yang masih bisa melihat. Telinga yang masih bisa mendengar. Lalu,, nikmat mana lagi yang harus kita ingkari?

Hari ini,,,
Masih ada yang tersenyum pada kita. Ada yang menyayangi kita. Disana ada seseorang yang merindukan kita, dan tak sedikit yang gembira hatinya karena kedatangan kita..

Ya Rabb,,,
Bila ada yang Engkau ambil dariku, mungkin itu memang bukan yang terbaik untukku. Bila Engkau tak memberi apa yang ku pinta, aku yakin, ada yang lebih dari itu Engkau siapkan untukku..

Ya Allah,,,
Himpunkan kami bersama hambamu yang pandai bersyukur, hingga tak ada tempat lagi untuk rasa benci, iri, dengki di hati kami..
Engkau Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Jumat, 10 Agustus 2012

Cerita Cinta


Ada cerita di balik setiap kata yang terucap. Sedih dan bahagia yang terselip didalamnya, senyum dan haru yang menghiasi seisinya.

Cinta yang kurasakan memang tak selalu mudah, bukan aku meragukan, hanya terkadang aku takut terjebak dalam imajinasiku sendiri, yang terlalu berharap pada sesuatu bernama cinta.

Akhirnya, aku memilih diam, diam-diam pula mencintai cinta, dan dia tertawa bersama cinta, dan bukan aku yang terpilih olehnya.

Saat Sepi Menjadi Teman Terbaik


Berselimutkan kesepian, siapa yang mau? Aku pun juga tak ingin. Tapi inilah aku, sosok nyata yang berteman sepi.

Kau takkan pernah tau, betapa waktu terasa begitu panjang tatkala sepi mulai datang, ketika hanya semilir angin yang mampu ku rasakan, hanya kepalan hampa, membutakan arah pandang.

Lampion berwarna keemasan, percikan cahaya menyatu pada hening yang hitam.
Tak ku dapati lagi senyum sang rembulan, pada satu sisi yang berbeda, aku telah menyatu pada kegelapan. Tapi di setiap hembus nafasku, tak pernah lelah berharap sepi cepat pergi.

Louisa Kusnandar :)





































Minggu, 05 Agustus 2012

Alasan Malaysia Sering Mengakui Budaya Indonesia


Pantes Malaysia sering ngaku2in budaya kita,
karena malu sama bahasanya sendiri !!! wkwkwkwkwk

Indonesia: Beli 2 gratis 1
Malaysia: Beli 2 percume 1 ( msk dksi gratis blg prcuma )

Indonesia: Kementerian Agama,
Malaysia: Kementerian Tak Berdosa (oallaaahh =))

Indonesia: Angkatan Darat,
Malaysia: Laskar Hentak-Hentak Bumi (ga asik bgt ya :s)

Indonesia: Angkatan Udara,
Malaysia: Laskar Angin-Angin ( laskar kentut=D)

Indonesia: Pasukaaan bubar jalan !!
Malaysia: Pasukaaan cerai berai !! (talak aja sekalian , talak 3:D )

Indonesia: Merayap
Malaysia: Bersetubuh dengan bumi (gmna rasanya bersetubuh dengan bumi yaa :-s =)) )

Indonesia: Rumah sakit bersalin,
Malaysia: Hospital korban lelaki (asli NGAKAK tp bener juga sih =)))

Indonesia: Departemen Pertanian
Malaysia: Departemen Cucuk Tanam (yuukmariii ke mabes nyucuk tanam kakakaka :p)

Indonesia: Gratis bicara 30 menit,
Malaysia: Percuma berbual 30 minit (hahahahahaaa)

Indonesia: Satpam/securiti,
Malaysia: Penunggu Maling (ngarep banget dimalingin ya ampe
ditungguin =)))

Indonesia: Tank
Malaysia: Kereta Kebal (lo kira dari banteng kale ahh..)

Indonesia: Dokter ahli jiwa,
Malaysia: Dokter gila (ada ya yg mw disebut dokter gila ?
Wkwkwk..:O)

Indonesia: Hantu pocong,
Malaysia: Hantu Bungkus (pesen atu dong bang, dibungkus)

Indonesia: Toilet,
Malaysia Bilik Merenung (ampun deh..)

Indonesia: Traktor,
Malaysia: Setrika Bumi. (bumi ko' di strika =))))

Indonesia: Tidur siang,
Malaysia: Petang telentang
(berarti klo tidur malem “gelap tengkurep” =)) )

I Love Indonesia ♥ ♥ ♥ :D

Sabtu, 04 Agustus 2012

Lentera Penerang Sepi


Aku menemukanmu kembali di sudut malam yang hitam
Saat hati menggeliat karena rindu
Kau kembali membawa harapan yang dulu pernah padam
Tiupan angin tiba-tiba saja begitu menenangkan
Mungkin karenamu juga yang datang menawarkan kebahagiaan
Terimakasih...
Izinkan aku mengucapnya ribuan kali untukmu, kasih
Karena kau masih mau kembali mengantar kebahagiaan
Kini...
Pekatnya malam takkan membuatku takut lagi
Karena hadirmu adalah lentera penerang sepi

Rabu, 01 Agustus 2012

We Love You Dad

Ntah apa yang dia pikirkan dalam diamnya. Di sudut malam, terlihat dia sedang berdiri menatap sesuatu yang sangat jauh. Pandangan yang kosong, jeritan hati yang penuh harapan, aku bisa melihatnya dari kejauhan..

Tubuhnya yang kian tambun, rambutnya yang terlihat mulai memutih, kerutan di dahi serta kelopak matanya, aku bisa melihat dia tlah memasuki frase senja. Tapi sungguh jika kau percaya, dia tidak terlihat sebagaimana adanya. Dia bahkan tidak pernah menyerah, apalagi mengeluh, dia tidak pernah mengatakan lelah, dia tidak pernah mengatakan aku bosan mengurusi anak-anakku..

Ayah... Terimakasih, terimakasih untuk semua yang telah engkau berikan kepada kami, terutama aku sebagai anak pertamamu, aku bangga kepadamu, Yah. Kau yang memberi kami pelajaran tentang kehidupan, bersama Ibu, kau memberi teladan bahwa hidup butuh kerja keras, dari kecil kau bersabar membesarkan kami yang kadang selalu merengek menyusahkanmu, kami pun sadar, saat kami meminta sesuatu dan kau mengatakan, “nanti Ayah belikan...” kami tahu bahwa kau sedang tak punya uang untuk menuruti kami. Terimakasih, Yah... terimakasih karena tlah bersedia merawat kami, kau memang tak pernah menjaga kami saat kami sedang sakit, bahkan saat kami mulai tertidur kami tahu bukan kau yang menyelimuti kami, tapi kami tau, kau selalu mejaga kami di luar, agar saat kami membutuhkan sesuatu, kau bisa mengambilkannya untuk kami.. Terimakasih, Ayah..

Terkadang, kami malu menjadi anakmu, kami malu tak bisa membanggakanmu, kami malu hanya bisa menyusahkanmu. Ayah... Terkadang kami ingin bertanya padamu. Adakah engkau malu menjadi ayah bagi anak-anak seperti kami? Adakah engkau menyesal pernah membesarkan kami? Kami tidak seperti yang kau inginkan, Yah.. Kami tidak seperti di mimpi indahmu, kami yang sering mengumpatmu, marah-marah kepadamu, menyuruhmu, tapi kau dengan sabarnya menuruti kami, maafkan kami, Ayah...

Kami semua sayang Ayah... Maafkan kami anak-anakmu yang tidak tau diri ini, Ayah... Tetaplah menjadi Ayah kami seperti ini, menjadi super hero kami, kau memang tak bisa terbang, tapi kami tidak berharap agar kau bisa terbang, tapi kami berharap kau akan selalu bersama-sama kami. Kami berharap kau menjadi pelindung dan imam kami, menjadi seseorang yang kami tau kami harus bangga memilikinya, meski kami tak yakin apa kau juga bangga memiliki kami...

Selamat malam, yah...
Kami semua menyayangimu...
We love you, Dad....