Jumat, 01 Maret 2013

Hujan (2)

Hujan, kau hadir tanpa memberi isyarat kedatangan, hilang begitu saja tanpa memberi pertanda akan pulang.

Hujan, derasmu berirama, turun dengan anggun membasahi semesta, saat tiba-tiba kau hilang, kami masih riang, bermain genangan yang kau tinggalkan.

Hujan, petir bersuara lantang, kilat menyambar seperti mencari kekasihnya yang hilang.

Hujan, kau sejuk memeluk, di tengah terik saat tiba-tiba kau menyapa, ku tahu kau ingin menyejukkan kami semua.



Komentari..

0 komentar:

Posting Komentar