Selasa, 27 November 2012

Senja Menangis

Air matamu begitu deras membasahi pipi yang dulu merah itu, aku takut untuk hanya sekedar mengintip, aku malu, tanggung jawab yang kau embankan kepadaku tak bisa ku selesaikan dengan baik, merah warna bajumu, kini basah kuyup karena deraian air matamu, senjaku menangis, di hantam ke egoisan sang buah hati yang belum sepenuhnya mengerti budi pekerti, maafkan kami, Ibu....


Membuat Yang Kecil Menjadi Banyak

Aku tau, aku tak 'sebahagia' mereka, tawaku hanyalah topeng penutup luka, namun aku tak memperkarakannya. Tuhan itu ada ! Cara mendapat kebahagiaan setiap orang juga berbeda, dan mungkin, Tuhan memilihkanku kebahagiaan yang berbeda dengan yang lainnya, aku tak pernah tau rencana indahNya. Mengeluh? aku pernah melakukannya, dan aku tetap tak mendapati tawa setelahnya. Aku takkan meminta apa yang yang tak bisa ku jaga, aku hanya ingin melihat orang-orang di sekelilingku penuh tawa, dan itulah bahagia yang ku minta. Hidup memang berat, tapi jaga keyakinanmu agar tak berkarat, pilihan kita tak banyak, namun kita selalu bisa bersyukur untuk membuat yang 'kecil' terasa banyak. Terimakasih Tuhan, kau beri hidup yang berat agar aku menjadi kuat, Engkau beri aku sepi agar aku belajar mengenal diriku sendiri, nikmatmu lebih dari cukup, hanya kami yang tak pernah merasa cukup :)


Bait Rindu Untukmu

Aku masih diam, memeluk bayangmu penuh ketakutan, gelisah yang kurasakan, merindukan senyummu yang membuatku tenang. Aku hanya ingin membuktikan, rinduku benar karena sayang, bukan hanya buaian dari aksara yang tersusun menceritakan...
Jika bukan karenamu, aku tak mungkin bisa merangkai ribuan huruf bersajak rindu, banyak bait yang tercipta untukmu, meski kau tak pernah tahu atau tak mau tahu...
Lukisan hatiku membentuk wajahmu, serta telaga kesejukan yang tercipta karena senyummu. Aku tak akan meracau lagi, berharap waktu mempertemukan kita kembali, ku pasrahkan pada Tuhan, untukmu dan cinta ini...



Selasa, 13 November 2012

Dalam Diam

Dalam diam, ribuan pertanyaan datang, tanpa penjelasan, ada sedikit keraguan, tentang kerinduan yang terlalu lama terpendam. Aku tak munafik, kau wanita terbaik, senyummu sebagai penyejuk di kala terik, pesonamu membuatku tertarik...rindu memang selalu datang setiap malam, namun wajahmu tak pernah sedikit pun hilang dari ingatan, gerimis rindu semakin deras, merindumu membuatku resah, aku tidak ingin hanya menjadi cerita, aku ingin menjadi nyata, bersama cinta, tentu saja bersamamu menikmati senja...


Sepenggal Cerita Dalam Tawa

Ketika aku bosan, kau datang menawarkan kebahagiaan, canda dan tawa adalah kebiasaan, kopi menjadi pelengkap di setiap kebersamaan. Waktu cepat berlalu, namun tawamu adalah candu, setiap sepi saat bersamamu, pengusir hampa yang sering kali mengganggu. Kawan, jangan ada kesedihan, setidaknya tersenyumlah seakan tanpa beban, hidup memang penuh tantangan, tapi ingatlah kawan, aku selalu siap memberi tumpangan...
Sepenggal cerita, bersama dalam tawa...

Cieee...asu, malu ye..wkwk

*gradaaak :D

Monggo..... :)

Ninja *tuing tuing* :p

PPK (para penghabis kuota) :D

Baru, yg kanan personil new kewer-kewer band..haha

*semoga...berharap...bahagia...melingkupi kita semua* AMIN :D

Jumat, 09 November 2012

Kopi dan Momen Terbaik

Ibarat kopi, sahabat mengandung manis dan pahit, namun saat keduanya di aduk dengan kasih dan ikhlas, akan memberi kenikmatan tak terbatas, karunia yang tak ter-uangkan, bersamanya semua terlihat menyenangkan...

Tawa kita adalah doa, kebersamaan kita takkan pernah terhapus masa, jutaan kata takkan pernah pernah bisa mendeskripsikan arti hadirnya di dunia, moment terbaik, sedang waktu tak pernah berbalik, kita terpisah, bukan berpisah, kita akan bersua di esok hari yang lebih indah...

Dodik, Adhe, Cimenk dan....

Al kurniawan, Adhe with Cimenk,,,haha

kita penah satu timnas :(

Perpisahan, akhirnya kita di wisuda

with AsuPeuz :p

Again, In kanjuruhan with suPeuz

Cewe berkerudung siapa yaa? gkgkgk :D

Hehehee...
*Best paling terbaik*