Bahagia itu SEDERHANA. Liat senyum kamu, lirikan mata kamu dan bisa boncengin kamu. Mungkin emang norak, tapi setidaknya, aku memilih pilihan yang tepat untuk kebahagiaanku sendiri. Aku tak berharap apapun, karena hanya bisa melihatmu pun sudah membuatku senang.
Tiba-tiba saja siang ini begitu sejuk, saat aku bisa liat senyum kamu :)
Sabtu, 15 September 2012
Kamis, 13 September 2012
Sepasang Merpati
Aku hanya bisa melihatmu dari jarak yang tak pernah kau tau
Memandang senyum yang harusnya menjadi milikku sekarang
Keceriaan yang bukan untukku lagi
Kau bagai sebuah mawar
Berduri tapi selalu ingin ku miliki
Aku pun bagai kupu-kupu
Hinggap sebentar di atas mahkotamu
Tak pernah bisa milikimu meski kau selalu bersamaku
Atau pun kau laksana bintang
Aku pun hanya bisa memandang terangmu dari jauh bersama angan
Andai kita sepasang merpati
Tidak hanya selalu bersama, namun juga saling memiliki
Hujan Adalah Aku dan Kamu
hujan,
selalu memanggilku untuk larut dalam tariannya
terkadang datangnya deras bagai air terjun, tak terbendung
tapi kadang turunnya begitu lembut berirama
hujan selalu mengingatkan ku pada mu,
seperti menarikku kedalam pusaran masa lalu waktu
masa-masa sekolah..masa-masa abu abu kita, dulu..
masa saat kita masih begitu naif melihat dunia
masa dimana kita pertama kali melangkah menatap dunia dewasa
hujan selalu menyatukan aku dan kamu
tidak ada rasa takut, tidak ada rasa dingin
semua adalah kesenangan, kita selalu larut dalam hujan
ditemani sepeda bututmu, manakala tangan dan bibir sudah bergetaran
baru kita menyudahi persetubuhan kita dengan hujan
saat jari kaki membeku, tubuh mengigil, baru kita menepi
dan mengamati hujan yang tak mau berhenti
hujan,
begitu cantik bila kunikmati bersama mu
hujan
begitu gagah turun dari atas langit seperti ratusan anak panah
menghujam bumi
dan hujan selalu membawa kamu dan aku tertawa bodoh, lalu
menangis sedih
Hujan tanpa kamu,seperti air kosong tanpa cerita
Malang,14.30 saat hujan kembali datang
From:
Selasa, 14 Agustus 2012
Mana Yang Anda Pilih?
Sebuah perusahaan besar yang inigin merekrut karyawan terbaik, memberikan sebuah tes tertulis yang terdiri hanya satu soal saja untuk dijawab para oleh pelamar.
Soal tersebut adalah:
"Di tengah malam yang gelap gulita, Anda sedang mengenderai motor di bawah hujan yang sangat lebat. Peristiwa itu terjadi disebuah desa yang penduduknya sedang diungsikan karena bencana banjir besar. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 bus yang pada saat itu sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Anda secara tidak sengaja bertemu dengan 3 orang yang merupakan pengunsi terakhir dari daerah tersebut, yaitu:
Anda hanya bisa mengajak salah seorang dari mereka untuk dibawa.
Siapakah yang akan Anda ajak? Dan, jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu!"
Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
Jadi yang mana yang akan Anda pilih?
Ternyata dari 2000 orang pelamar, hanya 1 orang saja yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut menjawab:
"Saya akan memberikan kunci motor saya kepada si dokter dan memintanya untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut agar segera mendapatkan pertolongan. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal di sana dengan idaman hati saya dan menunggu ada yang kembali menolong kami."
Kawan, bukankah itu merupakan jawaban yang cukup bijak? Tapi, mengapa sebagian besar hal tersebut tidak terpikirkan oleh kita? Apakah karena kita sudah terbiasa tidak mau melepas apa yang sudah kita dapatkan, atau bahkan berusaha meraih sesuatu dengan sebanyak-banyaknya?
Namun perlu kita ketahui, kadang ketika kita rela untuk melepaskan sesuatu yang telah kita miliki, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki, dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yang lebih mulia, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar.
Semoga bermanfaat...
Soal tersebut adalah:
"Di tengah malam yang gelap gulita, Anda sedang mengenderai motor di bawah hujan yang sangat lebat. Peristiwa itu terjadi disebuah desa yang penduduknya sedang diungsikan karena bencana banjir besar. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 bus yang pada saat itu sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Anda secara tidak sengaja bertemu dengan 3 orang yang merupakan pengunsi terakhir dari daerah tersebut, yaitu:
- Seorang nenek tua yang sekarat..?
- Seorang dokter yang pernah menyelematkan hidup Anda..?
- Seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan..?
Anda hanya bisa mengajak salah seorang dari mereka untuk dibawa.
Siapakah yang akan Anda ajak? Dan, jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu!"
Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
- Seharusnya Anda menolong nenek tua, karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong, ia mungkin akan meninggal. Namun, kalau dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lain masih sangat muda dan harapan hidup ke depannya masih panjang.
- Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. tapi, kalau dipikir, jika sekadar membalas budi bisa saja dilain waktu bukan? Namun, kita tidak pernah tahu kapan kita akan mendapatkan kesempatan itu lagi.
- Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah bertemu dia lagi, dan impian Anda akan kandas selamanya.
Jadi yang mana yang akan Anda pilih?
Ternyata dari 2000 orang pelamar, hanya 1 orang saja yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut menjawab:
"Saya akan memberikan kunci motor saya kepada si dokter dan memintanya untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut agar segera mendapatkan pertolongan. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal di sana dengan idaman hati saya dan menunggu ada yang kembali menolong kami."
***
Kawan, bukankah itu merupakan jawaban yang cukup bijak? Tapi, mengapa sebagian besar hal tersebut tidak terpikirkan oleh kita? Apakah karena kita sudah terbiasa tidak mau melepas apa yang sudah kita dapatkan, atau bahkan berusaha meraih sesuatu dengan sebanyak-banyaknya?
Namun perlu kita ketahui, kadang ketika kita rela untuk melepaskan sesuatu yang telah kita miliki, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki, dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yang lebih mulia, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar.
Semoga bermanfaat...
Pernahkah Anda Melakukan Ini?
Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia tidur?
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika tidur, sudah tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah ke ibu anda. Hmm....kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh waktu kita bayi itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita, semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu....ayah, ibu, kakak, adik, sahabat, semuanya orang - orang yang tercinta. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah di lakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Allah SWT mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya, tanpa kata, tanpa suara dia berkata :"Betapa lelahnya aku hari ini" dan apa penyebab lelah itu ? Juga untuk siapa dia berlelah-lelah ? Tak lain adalah Ayah yang bekerja keras mencari nafkah dan Ibu yang bekerja mengurus, mendidik anak-anak juga mengurus rumah.
Kakak, adik dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Renungan untuk kita semua..
Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka nanti malam/malam ini.....rasakan betapa kebahagian dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua...........
Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu tak membuka matanya..selamanya!"
Untuk Yang Lebih Baik
Detik ini,,
Masih kita dapati udara untuk bernafas. Ada seteguk air untuk di minum. Kedua mata yang masih bisa melihat. Telinga yang masih bisa mendengar. Lalu,, nikmat mana lagi yang harus kita ingkari?
Hari ini,,,
Masih ada yang tersenyum pada kita. Ada yang menyayangi kita. Disana ada seseorang yang merindukan kita, dan tak sedikit yang gembira hatinya karena kedatangan kita..
Ya Rabb,,,
Bila ada yang Engkau ambil dariku, mungkin itu memang bukan yang terbaik untukku. Bila Engkau tak memberi apa yang ku pinta, aku yakin, ada yang lebih dari itu Engkau siapkan untukku..
Ya Allah,,,
Himpunkan kami bersama hambamu yang pandai bersyukur, hingga tak ada tempat lagi untuk rasa benci, iri, dengki di hati kami..
Engkau Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Langganan:
Postingan (Atom)





