Jumat, 10 Agustus 2012

Cerita Cinta


Ada cerita di balik setiap kata yang terucap. Sedih dan bahagia yang terselip didalamnya, senyum dan haru yang menghiasi seisinya.

Cinta yang kurasakan memang tak selalu mudah, bukan aku meragukan, hanya terkadang aku takut terjebak dalam imajinasiku sendiri, yang terlalu berharap pada sesuatu bernama cinta.

Akhirnya, aku memilih diam, diam-diam pula mencintai cinta, dan dia tertawa bersama cinta, dan bukan aku yang terpilih olehnya.

Saat Sepi Menjadi Teman Terbaik


Berselimutkan kesepian, siapa yang mau? Aku pun juga tak ingin. Tapi inilah aku, sosok nyata yang berteman sepi.

Kau takkan pernah tau, betapa waktu terasa begitu panjang tatkala sepi mulai datang, ketika hanya semilir angin yang mampu ku rasakan, hanya kepalan hampa, membutakan arah pandang.

Lampion berwarna keemasan, percikan cahaya menyatu pada hening yang hitam.
Tak ku dapati lagi senyum sang rembulan, pada satu sisi yang berbeda, aku telah menyatu pada kegelapan. Tapi di setiap hembus nafasku, tak pernah lelah berharap sepi cepat pergi.

Louisa Kusnandar :)





































Minggu, 05 Agustus 2012

Alasan Malaysia Sering Mengakui Budaya Indonesia


Pantes Malaysia sering ngaku2in budaya kita,
karena malu sama bahasanya sendiri !!! wkwkwkwkwk

Indonesia: Beli 2 gratis 1
Malaysia: Beli 2 percume 1 ( msk dksi gratis blg prcuma )

Indonesia: Kementerian Agama,
Malaysia: Kementerian Tak Berdosa (oallaaahh =))

Indonesia: Angkatan Darat,
Malaysia: Laskar Hentak-Hentak Bumi (ga asik bgt ya :s)

Indonesia: Angkatan Udara,
Malaysia: Laskar Angin-Angin ( laskar kentut=D)

Indonesia: Pasukaaan bubar jalan !!
Malaysia: Pasukaaan cerai berai !! (talak aja sekalian , talak 3:D )

Indonesia: Merayap
Malaysia: Bersetubuh dengan bumi (gmna rasanya bersetubuh dengan bumi yaa :-s =)) )

Indonesia: Rumah sakit bersalin,
Malaysia: Hospital korban lelaki (asli NGAKAK tp bener juga sih =)))

Indonesia: Departemen Pertanian
Malaysia: Departemen Cucuk Tanam (yuukmariii ke mabes nyucuk tanam kakakaka :p)

Indonesia: Gratis bicara 30 menit,
Malaysia: Percuma berbual 30 minit (hahahahahaaa)

Indonesia: Satpam/securiti,
Malaysia: Penunggu Maling (ngarep banget dimalingin ya ampe
ditungguin =)))

Indonesia: Tank
Malaysia: Kereta Kebal (lo kira dari banteng kale ahh..)

Indonesia: Dokter ahli jiwa,
Malaysia: Dokter gila (ada ya yg mw disebut dokter gila ?
Wkwkwk..:O)

Indonesia: Hantu pocong,
Malaysia: Hantu Bungkus (pesen atu dong bang, dibungkus)

Indonesia: Toilet,
Malaysia Bilik Merenung (ampun deh..)

Indonesia: Traktor,
Malaysia: Setrika Bumi. (bumi ko' di strika =))))

Indonesia: Tidur siang,
Malaysia: Petang telentang
(berarti klo tidur malem “gelap tengkurep” =)) )

I Love Indonesia ♥ ♥ ♥ :D

Sabtu, 04 Agustus 2012

Lentera Penerang Sepi


Aku menemukanmu kembali di sudut malam yang hitam
Saat hati menggeliat karena rindu
Kau kembali membawa harapan yang dulu pernah padam
Tiupan angin tiba-tiba saja begitu menenangkan
Mungkin karenamu juga yang datang menawarkan kebahagiaan
Terimakasih...
Izinkan aku mengucapnya ribuan kali untukmu, kasih
Karena kau masih mau kembali mengantar kebahagiaan
Kini...
Pekatnya malam takkan membuatku takut lagi
Karena hadirmu adalah lentera penerang sepi

Rabu, 01 Agustus 2012

We Love You Dad

Ntah apa yang dia pikirkan dalam diamnya. Di sudut malam, terlihat dia sedang berdiri menatap sesuatu yang sangat jauh. Pandangan yang kosong, jeritan hati yang penuh harapan, aku bisa melihatnya dari kejauhan..

Tubuhnya yang kian tambun, rambutnya yang terlihat mulai memutih, kerutan di dahi serta kelopak matanya, aku bisa melihat dia tlah memasuki frase senja. Tapi sungguh jika kau percaya, dia tidak terlihat sebagaimana adanya. Dia bahkan tidak pernah menyerah, apalagi mengeluh, dia tidak pernah mengatakan lelah, dia tidak pernah mengatakan aku bosan mengurusi anak-anakku..

Ayah... Terimakasih, terimakasih untuk semua yang telah engkau berikan kepada kami, terutama aku sebagai anak pertamamu, aku bangga kepadamu, Yah. Kau yang memberi kami pelajaran tentang kehidupan, bersama Ibu, kau memberi teladan bahwa hidup butuh kerja keras, dari kecil kau bersabar membesarkan kami yang kadang selalu merengek menyusahkanmu, kami pun sadar, saat kami meminta sesuatu dan kau mengatakan, “nanti Ayah belikan...” kami tahu bahwa kau sedang tak punya uang untuk menuruti kami. Terimakasih, Yah... terimakasih karena tlah bersedia merawat kami, kau memang tak pernah menjaga kami saat kami sedang sakit, bahkan saat kami mulai tertidur kami tahu bukan kau yang menyelimuti kami, tapi kami tau, kau selalu mejaga kami di luar, agar saat kami membutuhkan sesuatu, kau bisa mengambilkannya untuk kami.. Terimakasih, Ayah..

Terkadang, kami malu menjadi anakmu, kami malu tak bisa membanggakanmu, kami malu hanya bisa menyusahkanmu. Ayah... Terkadang kami ingin bertanya padamu. Adakah engkau malu menjadi ayah bagi anak-anak seperti kami? Adakah engkau menyesal pernah membesarkan kami? Kami tidak seperti yang kau inginkan, Yah.. Kami tidak seperti di mimpi indahmu, kami yang sering mengumpatmu, marah-marah kepadamu, menyuruhmu, tapi kau dengan sabarnya menuruti kami, maafkan kami, Ayah...

Kami semua sayang Ayah... Maafkan kami anak-anakmu yang tidak tau diri ini, Ayah... Tetaplah menjadi Ayah kami seperti ini, menjadi super hero kami, kau memang tak bisa terbang, tapi kami tidak berharap agar kau bisa terbang, tapi kami berharap kau akan selalu bersama-sama kami. Kami berharap kau menjadi pelindung dan imam kami, menjadi seseorang yang kami tau kami harus bangga memilikinya, meski kami tak yakin apa kau juga bangga memiliki kami...

Selamat malam, yah...
Kami semua menyayangimu...
We love you, Dad....